Langsung ke konten utama

01:21G


Malam begitu gelap, bintang pun memudar, cahaya bulan pun tertutupi gumpalan lembut awan. Hujan rintik rintik yang membasahi bumi ini membawa segenap kenangan yang pernah aku rasakan. Semua hal yang aku harapkan akan terjadi kepadaku. Semua hal yang ada pada masa lalu, semua rasa yang ada pada masa lalu akan terasa indah jika kita kenang dan aka nada keinginan dalam diri kita untuk mengulang sesuatu yang telah terjadi. Termasuk rasa yang ada didalam hatiku ini. Semua rasa yang tertinggal jauh didalam lubuk hatiku yang akan terus berada disana tidak akan tergantikan oleh siapapun.

Perasaan yang dulu sangat menyiksaku terkadang datang kembali. Terkadang juga datang disaat yang tidak tepat. Perasaan yang datang kepadaku membawa semua rasa yang terpendam didalam hatiku. Entah mengapa hal itu bisa terjadi aku juga tidak tahu. Memang perasaan ini sungguh menyiksaku, dan aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Yang aku bisa lakukan hanya seperti dulu, dengan melukiskan semua rasa itu dengan kata kata dan coretan pada kertas yang akan menghasilkan sketsa dirimu.

Dulu aku pernah berucap, akan aku lakukan apapun untukmu dan aku juga pernah berjanji dan bersumpah untuk tidak akan berpaling darimu. Karena aku akan terus mencintai dirimu dan tetap mencintaimu setelah kepergianmu. Pada akhirnya engkau akan tahu bahwa dirimu tidak pernah sendiri. Aku selalu berdoa untukmu, dan akan terus ada untukmu. Sekarang aku tetap konsisten dengan ucapanku yang pernah keluar dari mulutku.

Walaupun terkadang aku juga ingin sekali move on dari dirimu, mencari kehidupan baru dan mencoba membuka hatiku. Tetapi pada akhirnya aku menyerah. Aku tidak bisa. Rasa itu tetap ada dan tetap membaara walaupun bara itu tidak sepanas lava tetapi tetap itu adalah bara. Bara yang suatu saat akan membesar jika disulut oleh situasi yang akan membuatku mengingat kejadian masa lalu.

Engkaulah tulang rusukku, pondasi hatiku. Kau lah yang membuatku tetap berdiri disaat kakiku tidak sanggup lagi menanggung beban perasaan yang sudah cukup berat untuk membuatku jatuh. Kau adalah pikiranku, pemadani hatiku. Kau adalah denyut yang akan selalu berdetak untuk membuatku hidup. Seperti genderang yang mengobarkan semangat dalam sebuah peperangan maka jangan pernah berhenti berdetak untukku. Karena seperti genderang, aku tidak akan pernah berhenti berdetak untukmu. Jauh setelah kepergianmu.. aku akan tetap mencintaimu jauh setelah kepergianmu.









I’ll love you long after you gone, gone, gone…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf.

Jauh.. jauh sekali dari tempat kita berada. Semua perasaan ini telah tersimpan begitu lama. Jauh dibawah hamparan bintang yang berkelap kelip. Ketika aku memejamkan mata, ku melihat indahnya senyum dibibirmu. Bila ini kesempatan terakhirku untuk membenahi apa yang terjadi waktu itu. Maka aku akan mengajakmu berdiri disisi ku dan bersama kita melihat indahnya bintang yang memberikan kedipan cinta yang begitu indah. Jika pada saat itu aku mengatakan padamu apa yang tidak pernah aku katakan. Jika aku menunjukkan semua perasaanku padamu. Jika aku menyatakan cintaku padamu. Maukah kau berjalan bersamaku hingga akhir waktu kita nanti. Mungkinkah hubungan kita bisa berakhir lebih dari seorang teman dekat? Dan kita akan berpegangan tangan erat hingga akhirnya kau mengerti, aku disini untukmu. Jauh sekali dari tempat kita berasal, jauh sekali dibawah bintang yang memandang. Mungkin ini saatnya yang tepat untuk berterus terang kepadamu, dan aku akan mengatakan kepadamu apa yang a...