Malam begitu
gelap, bintang pun memudar, cahaya bulan pun tertutupi gumpalan lembut awan. Hujan
rintik rintik yang membasahi bumi ini membawa segenap kenangan yang pernah aku
rasakan. Semua hal yang aku harapkan akan terjadi kepadaku. Semua hal yang ada
pada masa lalu, semua rasa yang ada pada masa lalu akan terasa indah jika kita
kenang dan aka nada keinginan dalam diri kita untuk mengulang sesuatu yang
telah terjadi. Termasuk rasa yang ada didalam hatiku ini. Semua rasa yang
tertinggal jauh didalam lubuk hatiku yang akan terus berada disana tidak akan
tergantikan oleh siapapun.
Perasaan yang
dulu sangat menyiksaku terkadang datang kembali. Terkadang juga datang disaat
yang tidak tepat. Perasaan yang datang kepadaku membawa semua rasa yang
terpendam didalam hatiku. Entah mengapa hal itu bisa terjadi aku juga tidak
tahu. Memang perasaan ini sungguh menyiksaku, dan aku tidak tahu harus berbuat
apa. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Yang aku bisa lakukan hanya seperti
dulu, dengan melukiskan semua rasa itu dengan kata kata dan coretan pada kertas
yang akan menghasilkan sketsa dirimu.
Dulu aku pernah
berucap, akan aku lakukan apapun untukmu dan aku juga pernah berjanji dan
bersumpah untuk tidak akan berpaling darimu. Karena aku akan terus mencintai dirimu
dan tetap mencintaimu setelah kepergianmu. Pada akhirnya engkau akan tahu bahwa
dirimu tidak pernah sendiri. Aku selalu berdoa untukmu, dan akan terus ada
untukmu. Sekarang aku tetap konsisten dengan ucapanku yang pernah keluar dari
mulutku.
Walaupun terkadang
aku juga ingin sekali move on dari dirimu, mencari kehidupan baru dan mencoba
membuka hatiku. Tetapi pada akhirnya aku menyerah. Aku tidak bisa. Rasa itu
tetap ada dan tetap membaara walaupun bara itu tidak sepanas lava tetapi tetap
itu adalah bara. Bara yang suatu saat akan membesar jika disulut oleh situasi
yang akan membuatku mengingat kejadian masa lalu.
Engkaulah tulang
rusukku, pondasi hatiku. Kau lah yang membuatku tetap berdiri disaat kakiku
tidak sanggup lagi menanggung beban perasaan yang sudah cukup berat untuk
membuatku jatuh. Kau adalah pikiranku, pemadani hatiku. Kau adalah denyut yang
akan selalu berdetak untuk membuatku hidup. Seperti genderang yang mengobarkan
semangat dalam sebuah peperangan maka jangan pernah berhenti berdetak untukku. Karena
seperti genderang, aku tidak akan pernah berhenti berdetak untukmu. Jauh setelah
kepergianmu.. aku akan tetap mencintaimu jauh setelah kepergianmu.
I’ll love you long after you gone,
gone, gone…
Komentar
Posting Komentar